Penggunaan Media Sosial Instagram dalam Membangun Citra Positif Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019
Instagram as a way to Build a Positive Image of President Joko Widodo in the 2019 Presidential Election
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v3i1.48Kata Kunci:
Instagram, Kampanye, Media Sosial, Pilpres, PresidenAbstrak
Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk meraih dan menjaga ketenaran, yaitu dengan menampilkan citra positif secara mudah dan cepat. Salah satunya adalah Instagram. Penelitian ini membahas hal tersebut dan secara lebih spesifik bertujuan untuk meneliti dan menjabarkan eksistensi penggunaan Instagram guna membangun citra positif Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan hasilnya diuraikan secara deskriptif. Fokus penelitian ini adalah menganalisa unggahan dan mengamati postingan Instagram milik Joko Widodo pada masa kampanye hingga pemilihan presiden RI pada 1 Oktober 2018 hingga 17 April 2019. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara terhadap narasumber dan juga dengan menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Instagram dapat membangun citra positif Joko Widodo dibuktikan melalui akun instagram miliknya dengan membangun kesan di hadapan masyarakat meliputi unggahan foto-foto keberhasilannya sebagai presiden, misalnya seperti membangun infrastruktur di berbagai tempat di Indonesia, dan mempunyai banyak like pada setiap postingannya. Selain itu tampak adanya konsistensi dalam membangun citra Jokowi selama masa kampanye. Hal tersebut juga didukung sikap Joko Widodo yang sangat terbuka dan tampil ofensif dalam memanfaatkan Instagram pribadinya untuk kampanye politik. Penggunaan Instagram oleh Joko Widodo dalam kampanye Pilpres 2019 berjalan dengan mudah dan efektif dalam mencapai tujuan kemenangan pemilihan presiden 2019.
Unduhan
Referensi
Aditya, A., Bevly, B., Haryanto, D., Yulwardian, E., Nasution, E., Rachman, F., & Hartono, Y. (2013). Social Media Nation: 15 Inspirasi Berjejaring Sosial: Bertumbuh Besar Bersama Komunitas Online dan Sukses Berbisnis. Jakarta: Prasetiya Mulya Publishing.
Ardha, B. (2014). Social Media sebagai Media Kampanye Partai Politik 2014 di Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi, 13(1), 105-120. http://dx.doi.org/10.22441/jvk.v13i1.383
Armstrong, G., Adam, S., Denize, S., & Kotler, P. (2014). Principles Of Marketin. Jakarta: Erlangga.
Bungin, B. (2009). Analisis Penelitian Data Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo.
Cindy C. & Sari W. P. 2019. Citra Diri Dalam Instagram Jokowi. Jurnal Koneksi 3(2): 44–50. http://dx.doi.org/10.24912/kn.v3i2.6380
Dewi, R., & Janitra, P. A. (2018). Dramaturgi Dalam Media Sosial: Second Account Di Instagram Sebagai Alter Ego. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 340-347. https://jkms.ejournal.unri.ac.id/index.php/JKMS/article/view/5671
Efendi, A., Astuti, P. I., & Rahayu, N. T. (2017). Analisis Pengaruh Penggunaan Media Baru Terhadap Pola Interaksi Sosial Anak di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(2), 12-24. https://doi.org/10.23917/humaniora.v18i2.5188
Fairclough, N. (1992). Discourse and Text: Linguistic and Intertextual Analysis Within Discourse Analysis. Discourse & society, 3(2), 193-217. https://doi.org/10.1177/0957926592003002004
Fauzia, A. Z., Maslihah, S., & Ihsan, H. (2019). Pengaruh Tipe Kepribadian Terhadap Self-Disclosure Pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial Instagram di Kota Bandung. Journal of Psychological Science and Profession, 3(3), 151-160. https://doi.org/10.24198/jpsp.v3i3.23434
Firmanzah, M. P. (2007). Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kertamukti, R. (2015). Instagram dan Pembentukan Citra (Studi Kualitatif Komunikasi Visual dalam Pembentukan Personal Karakter Account Instagram @basukibtp). Profetik: Jurnal Komunikasi, 8(1). http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/profetik/article/view/1101
Lees-Marshment, J. (2001). Political marketing and British political parties: The party's just Begun. London: Manchester University Press.
Ma'aruf, A. R. S., & Putra, D. K. S. (2019). Efektivitas Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Personal Branding Joko Widodo Pada Pemilih Pemula Pemilu 2019. Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna, 15(2), 1-18. http://dx.doi.org/10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2129
Ramadhan, M. G. J. (2019). Efektifitas Sosial Media Instagram @Jokowi Dalam Membentuk Personal Branding Pada Kampanye Pilpres 2019. Universitas Muhammadiyah Tangerang 2(1). http://dx.doi.org/10.31219/osf.io/arn48
Sandra, L. J. (2013). Political Branding Jokowi Selama Masa Kampanye Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012 di Media Sosial Twitter. Jurnal E-komunikasi: 1(2). http://publication.petra.ac.id/index.php/ilmu-komunikasi/article/view/912
Saputro, G. E., & Haryadi, T. (2018). Edukasi Kampanye Anti Hoax melalui Komik Strip. Demandia: Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan, 3(02), 238-255. https://doi.org/10.25124/demandia.v3i02.1550
Satori, D. A., & Komariah, A. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Scammell, M. (2007). Political brands and consumer citizens: The rebranding of Tony Blair. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 611(1), 176-192. https://www.jstor.org/stable/25097916
Schroder, Peter. 2011. Strategi Politik. Jakarta: Frierdrich-Nauman-Stiftung Fur Diefreihet.
Simangunsong, B. (2004). Negara, demokrasi, dan berpolitik yang profesional. Jakarta: Kharisma Virgo Print.
Uchjana, O. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



