Kekuatan Dinasti Politik Aang Hamid Suganda Di Kabupaten Kuningan
The Power of Aang Hamid Suganda's Political Dynasty in Kuningan District
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v4i1.77Kata Kunci:
Demokrasi, Dinasti Politik, PemiluAbstrak
Penelitian ini membahas tentang Kekuatan Dinasti Politik Aang Hamid Suganda di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini didasari oleh dinasti politik yang masih eksis di era demokrasi, padahal demokrasi sendiri menyebutkan bahwa dinasti politik itu sistem yang buruk dan bertolakbelakang dengan demokrasi. Tujuan penelitian ini untuk dapat memahami bagaimana terbentuknya politik dinasti yang dilakukan oleh keluarga Bapak Aang Hamid Suganda hingga anaknya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perjalanan politiknya yang begitu berpengaruh terhadap penerus kepemimpinan yang diambil alih oleh istri dan anaknya menjadikan kesuksesan dari masa jabatannya menjadi Bupati Kuningan dihitung dari tahun 2003 hingga 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif dan studi literasi serta hasil wawancara. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori demokrasi dan dinasti politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aang Hamid Suganda telah membangun pengaruh politik pada masa kepemimpinannya, dan mendapat julukan “Aang Hotmix”. Bapak pembangunan di Kuningan ini telah sukses menciptakan citra baik di Kabupaten Kuningan, sehingga pada saat ia habis masa jabatannya dan digantikan oleh istri kemudian anaknya. Kesimpulannya adalah dinasti politik yang terjadi dikuningan adalah hasil dari kepemimpinan sebelumnya yang berhasil membangun citra baik sehingga berdampak kepada penerusnya.
Unduhan
Referensi
Administrator. (2018). Pleno KPU Menetapkan Suara Terbanyak Diperoleh Pasangan Utama. Diambil dari https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01158031/pleno-kpu-menetapkan-suara-terbanyak-diperoleh-pasangan-utama
Ratnamiasih, I., & Warenih, W. (2014). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional pada Kinerja Pegawai Bappeda Kota Bandung. TRIKONOMIKA, 13(2), 119. https://doi.org/10.23969/trikonomika.v13i2.607
Haris, S. (2015). Pemilu Langsung di tengah Oligarki Partai. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Pikiranrakyat.com. 2018. “M.Ridho Suganda Siap Teruskan Jejak Kedua Orangtuanya”. 6 Februari. https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/amp/pr-01293102/m-ridho-suganda-siap-teruskan-jejak-kedua-orangtuanya-418961
Putri, A., & Indah. (2017). Strategi Politik Perempuan Caleg Sumatra Barat Dalam Pemilu. Moral and Civic Education.
Rumahpemilu.org. 2018. “Sengkarut Politik Kekerabatan pada Pilkada 2018 di daerah Jawa Barat”. 13 Maret. https://rumahpemilu.org/sengkarut-politik-kekerabatan-pada-pilkada-2018-di-daerah-jawa-barat/
Sudaryana, B. (2017). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV Budi Utama.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanti, M. H. (2017). Dinasti Politik dalam Pilkada di Indonesia. Universitas Negeri Semarang.
Tempo.co. (2013). Momon Unggul Sementara di Pilkada Kuningan. Diambil dari https://nasional.tempo.co/read/513525/momon-unggul-sementara-di-pilkada-kuningan/full&view=ok.
Tribunnews.com. 2013. “Istri Bupati Kuningan Gantikan Jabatan Suaminya”. 3 Desember. https://www.tribunnews.com/regional/2013/12/03/istri-bupati-kuningan-gantikan-jabatan-suaminya
Wasisto, R. D. (2013). Revivalisme Kekuatan Familisme : Dinasti Politik di Aras Lokal. Sosiologi Masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



