Sistem Multipartai dan Ambang Batas Parlemen: Studi Kasus Sistem Presidensial Indonesia dengan Perbandingan terhadap Jerman dan Taiwan
Multi-party Systems and Parliamentary Thresholds: The Case of Indonesia’s Presidential System with Comparisons to Germany and Taiwan
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v6i2.291Kata Kunci:
Ambang Batas Parlemen, German dan Taiwan, Pemerintahan yang Stabil, Sistem Multi Partai, Sistem PresidensialAbstrak
Paper ini membahas perlunya ambang batas parlemen dalam sistem multi-partai dan presidensialisme, dengan fokus Indonesia. Paper ini mengidentifikasi faktor-faktor yang seharusnya menentukan ambang batas optimal untuk lingkungan politik Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka yang mendalam, penelitian ini mengadopsi pemikiran Mainwaring, yang menyoroti tantangan dalam kombinasi sistem presidensial dan multi-partai serta memberikan rekomendasi pengurangan jumlah partai melalui ambang batas yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sistem presidensial dan multipartai di Indonesia dapat menyebabkan ketidakstabilan karena potensi kebuntuan di legislatif. Untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan, studi ini merekomendasikan untuk mempertahankan atau menaikkan ambang batas parlemen dari 4% saat ini dan menolak usulan untuk menurunkannya, karena hal tersebut akan memperparah fragmentasi dan inefisiensi. Selain itu, studi ini mengusulkan penyederhanaan struktur fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi tiga fraksi saja: pendukung pemerintah, oposisi, dan independen. Dengan melakukan studi perbandingan ambang batas 5% yang diterapkan di Jerman dan Taiwan dengan sistem pemilu proporsional campuran, penelitian ini mengusulkan reformasi pemilu serupa di Indonesia. Perubahan ini diharapkan dapat mengurangi suara yang terbuang, meningkatkan keterwakilan secara proporsional, dan mendorong pemerintahan yang lebih stabil
Unduhan
Referensi
Ansari, A. N., Syamsu, S., & Ekawaty, D. (2022). Relevansi Parliamentary Threshold dan Sistem Kepartaian di Indonesia. Palita: Journal of Social Religion Research, 7(1), 81–96. https://doi.org/10.24256/pal.v7i1.2851
Aris, M. S. (2022). Opportunities and Challenges in the Implementation of Plurality - Majority (District) Electoral System for Strengthening the Indonesian Presidential System. Yuridika, 37(3), 563–590. https://doi.org/10.20473/ydk.v37i3.37604
BBCnews Indonesia. (2024). Ambang batas parlemen berubah mulai Pileg 2029, apakah benar PSI akan diuntungkan? https://www.bbc.com/indonesia/articles/c0d3nwzrx7go
Chapman, B. (1955). Political Parties: Their Organization and Activity in the Modern State. In International Affairs (Vol. 31, Issue 2). https://doi.org/10.2307/2604342
CNN-Indonesia. (2023). Daftar Menteri Jokowi Tersangka Korupsi, Semua Kader Parpol Koalisi. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230517140442-12-950817/daftar-menteri-jokowi-tersangka-korupsi-semua-kader-parpol-koalisi
Coppedge, M. (1998). The dynamic diversity of Latin American party systems. Party Politics, 4(4), 547–568. https://doi.org/10.1177/1354068898004004007
Faiki, L. O. (2023). The Phenomenon of Corruption and Efforts to Combat Corruption in Indonesia. Jurnal Multidisiplin Madani, 3(2), 381–391. https://doi.org/10.55927/mudima.v3i2.2437
Fionna, U., & Tomsa, D. (2020). Changing Patterns of Factionalism in Indonesia: From Principle to Patronage. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(1), 39–58. https://doi.org/10.1177/1868103419896904
Forand, J.G., Maheshri, V. (2015). A dynamic Duverger’s law. Public Choice, 165, 285–306. https://doi.org/10.1007/s11127-016-0309-8
Gunanto, D., & Sulaiman, M. (2022). Parliamentary Threshold in Multi-Party System in Indonesia. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management Istanbul, Turkey, 5359–5365. https://doi.org/10.46254/an12.20221099
Hamudy, M. I. A., & Rifki, M. S. (2019). Strengthening the Multi-Party Presidential Government in Indonesia. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 4(2), 208–232. https://doi.org/10.15294/ipsr.v4i2.18447
Hennink, M., Hutter, I. and Bailey, A. (2020). Qualitative Research Methods. In SAGE Publications Limited.
Hutabarat, P. K., & Affandi, I. (2020). Political Party Debate on the Presidential Threshold System in the Multi-Party Context in Indonesia. Atlantis Press SARL., 418(Acec 2019), 247–251. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200320.048
Khorolskaya, M. (2021). The Main German Parties Ahead of the 2021 Bundestag Elections. World Economy and International Relations. https://doi.org/https://doi.org/10.20542/0131-2227-2021-65-9-25-33.
Linz, J. (1990). The Perils of Presidentialism. Journal of Democracy, 1, 51–69.
Maftuh, M. A. (2020). Parliamentary Threshold in Constitutional Election in 2019 (Philosophical Review of the Principles of People Sovereignty). JIL : Journal of Indonesian Law, 1(2), 200–213. https://doi.org/10.18326/jil.v1i2.200-213
Mainwaring, S. (1990). Presidentialism, multiparty systems, and democracy: the difficult equation. Working Paper - Helen Kellogg Institute for International Studies, 144(September).
Mainwaring, S. (1993). Presidentialism, multipartism, and democracy: The Difficult Combination. Comparative Political Studies, 26(2), 198–228. https://doi.org/10.1177/0010414093026002003
MKRI. (2008). Optimisme Bangsa: Sistem Presidensial Syaratkan Perampingan Jumlah Parpol. https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=1900&menu=2
Perludem. (2024). Proporsionalitas dan Sistem Kepartaian Hasil Pemilu DPR 2024. https://perludem.org/2024/03/24/materi-presentasi-proporsionalitas-dan-sistem-kepartaian-hasil-pemilu-2024/
Pratama, H. M., & Maharddika. (2020). Sistem Pemilu: Ambang Batas Parlemen. https://perludem.org/wp-content/uploads/2020/06/DVP-Perludem-Uji-Materi-Ambang-Batas-Parlemen.pdf
Ratnawati, T., & Haris, S. (2008). Political Parties in Indonesia from the 1950s to 2004: An Overview Tr Ratnawati and Syamsuddin Haris. Ethnicity, 61.
Riker, W. H. (1982). The Two-Party System and Duverger ’ s Law : An Essay on the History of Political Science Author ( s ): William H . Riker Source : The American Political Science Review , Vol . 76 , No . 4 ( Dec ., 1982 ), pp . 753-766 Published by : American Political Sci. American Political Science Association, 76(4), 753–766.
Siahaan, N. H. (2016). Formula Penyederhanaan Jumlah Partai Politik Di Parlemen Pada Pemilihan Umum Indonesia. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 7(1), 102–114.
Sugiharto, I. (2019). General Elections in a Multipatic System and Its Effect on National Political Stability in Historical View. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan Dan Politik, 2(2), 139–146. https://doi.org/10.54783/japp.v2i2.352
Suparto, S. (2021). Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Presidensial Dengan Multi Partai Di Indonesia. SASI, 27(4). https://doi.org/10.47268/sasi.v27i4.600.
Sutisna, A. (2015). Politik Penyederhanaan Sistem Kepartaian Di Indonesia Pasca Reformasi 1998. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 2(2), 167–175. https://doi.org/10.15408/sd.v2i2.2816
The Federal Returning Officer. (2017). Results Germany - Bundestag election 2017. The Federal Returning Officer. https://www.bundeswahlleiterin.de/en/bundestagswahlen/2017/ergebnisse/bund-99.html
Wardhana, A. (2023). The Dynamics of General Elections in Indonesia, 1955-2019. International Journal of Social Service and Research, 3(11), 2942–2953. https://doi.org/10.46799/ijssr.v3i11.246
Widayati, & W. (2019). IDEAL COMBINATIONS OF GOVERNMENT SYSTEM AND PARTY SYSTEM FOR STABILITY AND EFFECTIVENESS OF THE GOVERNMENT. Jurnal Pembaharuan Hukum, VI(3), 296–307. https://doi.org/10.26532/jph.v6i3.9275
Widiastuti, A. I. (2020). Multi-Party in Presidential System in Indonesia: What Does Democracy Mean? The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 2(4), 517–526. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ijicle.v2i4.43552
Wutoy, M., Waruwu, E., Ndraha, A. B., & Al Hadad, A. (2022). Application of the Presidential Threshold Concept in the Presidential and Vice-Presidential Election System and its Impact on the Indonesian Constitutional System. Journal of Digitainability, Realism & Mastery (DREAM), 1(03), 46–55. https://doi.org/10.56982/journalo.v1i03.28
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



