Narasi Selat Muria dalam Membentuk Persepsi Publik atas Banjir Besar Demak Maret 2024: Sebuah Analisis Wacana Kritis
The Muria Strait Narrative in Shaping Public Perception of the Great Demak Flood of March 2024: A Critical Discourse Analysis
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v7i1.282Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis, Banjir Demak, Selat MuriaAbstrak
Narasi Selat Muria mendominasi wacana media sosial selama peristiwa Banjir Besar Demak Maret 2024. Sementara sejumlah penelitian terdahulu berfokus pada aspek ekologis dan mitigasi bencana, penelitian ini mengeksplorasi hubungan kuasa dan praktik kewacanaan dalam mengonstruksi persepsi publik terhadap Banjir Besar Demak Maret 2024 melalui narasi Selat Muria. Dengan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, penelitian ini menganalisis unggahan dua akun Instagram media lokal. Hasil analisis mengidentifikasi empat wacana utama: ekologis, positivis, spiritual, dan ketakutan. Narasi Selat Muria membentuk hubungan kekuasaan dalam produksi makna atas Banjir Besar Demak Maret 2024. Melalui narasi tersebut, identitas individu dan kolektif dinaturalisasi, dan lembaga penelitian diinstitusionalisasi, sehingga memengaruhi arah kebijakan pemerintah dalam tindakan preventif, mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan. Media sosial cenderung menggunakan narasi Selat Muria untuk menyederhanakan kompleksitas data material terkait peristiwa tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa narasi Selat Muria mengalihkan perhatian publik dari fakta material yang lebih mendesak. Wacana tentang “terbentuknya kembali Selat Muria” berfungsi sebagai mitos yang dapat memicu perlawanan sosial, terutama jika didukung oleh fakta material yang kuat, sehingga memperkuat legitimasi narasi tersebut.
Unduhan
Referensi
Alamendah. (2012). Gunung Muria; Sejarah, Status, dan Potensi. Alamendah’s Blog. https://alamendah.org/2012/02/18/gunung-muria-sejarah-status-dan-potensi/
Amri, S., Klimatologi, P. S., Tinggi, S., & Klimatologi, M. (2024). Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir , Tanah Longsor , dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic), 10(1), 77–89. https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i1.594
Batubara, B., Henny Warsilah, Wagner, I., & Salam, S. (2020). Maleh dadi Segoro ; Krisis Sosial-Ekologis Kawasan Pesisir Semarang-Demak (Issue October). Lintas Nalar. https://www.researchgate.net/publication/344804419_Maleh_dadi_Segoro_Krisis_Sosial-Ekologis_Kawasan_Pesisir_Semarang-Demak
Chouliaraki, L., & Fairclough, N. (1999). Discourse in late modernity : rethinking critical discourse analysis. In Edinburgh University Press eBooks. http://ci.nii.ac.jp/ncid/BA44719293
Sushmita, C. I. (2021). Demak Terancam Tenggelam dalam 20 Tahun! Regional.Espos.Id. https://regional.espos.id/demak-terancam-tenggelam-dalam-20-tahun-1127657
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Wiley.
Fairclough, N. (1993). Critical Discourse Analysis and the Marketization of Public Discourse: The Universities. Discourse and Society, 4(2), 133–168. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0957926593004002002
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. In Routledge. Pearson Education Limited.
Marston, G. (2000). Metaphor, morality and myth: a critical discourse. Critical Social Policy, 20(3), 349–373. https://doi.org/10.1177/026101830002000305
Novita, D., Utami Agustiani, I., & Hendratno, A. (2010). The 39th IAGI Annual Convention and Exhibition. PROCEEDINGS PIT IAGI LOMBOK 2010 The 39th IAGI Annual Convention and Exhibition. http://demakkab.go.id
Ongkosongo, O. S. R. (1981). Tombolo dan Bekas Pulau Kuarter di Pulau Jawa dan Bali. PIT X Ikatan Ahli Geologi Indonesia. https://www.iagi.or.id/web/digital/34/PIT-IAGI-1981-Vol-1-Paper-12.pdf
Rommiyati, A., Nasihah, I. A., Miftah, D., & Nur, M. (2024). Penanganan Bencana Banjir Demak: Komparasi Pendekatan dan Budaya Lokal di Demak dan Kudus. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 76–83. https://jurnalistiqomah.org/index.php/merdeka/article/view/1277
Scollon, R. (2003). The dialogist in a positivist world: Theory in the social sciences and the humanities at the end of the twentieth century. Social Semiotics, 13(1), 71–88. https://doi.org/10.1080/1035033032000133517
Sunarto. (2004). Perubahan Fenomena Geomorfik Daerah Kepesisiran di Sekeliling Gunungapi Muria Jawa Tengah: Kajian Paleogeomorfologi [Universitas Gajah MAda]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/25961
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



