Konsulat Jenderal Indonesia di Davao dalam Melindungi Hak-Hak Warga Negara Indonesia di Mindanao
Indonesian Consulate General in Davao in Protecting the Rights of the Indonesian Citizens in Mindanao
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v6i1.247Kata Kunci:
Indonesia, Konsulat Jendral, Mindanao, Penyelundupan, Tanpa KewarganegaraanAbstrak
Pada tahun 2016, Konsulat Jenderal RI Davao dan UNHCR telah mendaftarkan 8.745 Orang Keturunan Indonesia (PID). Selanjutnya, 2.399 orang di antaranya telah dikonfirmasi sebagai WNI. Sejak tahun 2020-2023, terdapat kurang lebih 30 kasus yang dialami oleh diaspora Indonesia di Mindanao seperti tindakan kriminal dan kekurangan dokumen bagi WNI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya KJRI Davao dalam memberikan perlindungan kepada diaspora Indonesia di Mindanao. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari studi literatur seperti buku, artikel jurnal, website, laporan, dan penelitian lainnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa KJRI Davao dalam memberikan pendampingan terhadap berbagai permasalahan hukum, menawarkan bantuan hukum kepada WNI yang terlibat dalam berbagai kasus pidana dan perdata dengan menyediakan atau mengatur jasa pengacara. KJRI Davao juga bekerja sama dengan Departemen Kehakiman (DOJ) Filipina, dengan bantuan UNHCR Filipina dalam rangka memberikan identitas legal kepada WNI yang tidak berdokumen.
Unduhan
Referensi
Adiyudha, R. (2018). KJRI Davao Permudah Pelayanan Imigrasi ACR di Filipina. https://internasional.republika.co.id/berita/p5mbok319/kjri-davao-permudah-pelayanan-imigrasi-acr-di-filipina
Alunaza, H. (2017). Diaspora Sebagai Multi Track Diplomacy Indonesia Guna Mewujudkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. (PROYEKSI Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora PROYEKSI Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora (e-Journal)), 22(2). https://doi.org/10.26418/proyeksi.v22i2.2434
Aulia, F. (2023). Lagi, Dua Penyelundup Ilegal Asal Sulawesi Utara Ditangkap di Filipina. https://sumut.pikiran-rakyat.com/nusantara/pr-3387156722/lagi-dua-penyelundup-ilegal-asal-sulawesi-utara-ditangkap-di-filipina?page=all
Bakry, D. U. S. (2017a). Dasar-Dasar Hubungan Internasional Edisi Pertama. Prenadamedia Group.
Bakry, D. U. S. (2017b). Dasar-Dasar Hubungan Internasional Edisi Pertama. kencana.
Basa, M. (2018). ‘Pilipino’ receives Indonesian passport. https://www.rappler.com/philippines/192847-indonesian-mindanao-passports/
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2019). Dokumen Laporan Kinerja KJRI Davao City Tahun 2019.pdf.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2020). Dokumen Laporan Kinerja KJRI Davao City Tahun 2020.pdf.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2021). Laporan Kinerja KJRI Davao City.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2022a). Courtesy Visit United Nations High Commissioner for Refugees Philippines (UNHCR), Department of Justice (DOJ), dan Bureau of Immigration Manila (BI) kepada Konsul Jenderal RI Davao City pada 9 September 2022.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2022b). Laporan Kinerja KJRI Davao City.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2023a). Buku Saku KJRI Davao City.
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2023b). Warung Konsuler: Layanan Terintegrasi Konsuler dan Imigrasi dari KJRI Davao City Mencapai Tiga Komunitas WNI di Mindanao. https://vatican.kemlu.go.id/portal/id/read/4943/berita/warung-konsuler-layanan-terintegrasi-konsuler-dan-imigrasi-dari-kjri-davao-city-mencapai-tiga-komunitas-wni-di-mindanao
Consulate General Republik Indonesia, D. C. (2024). Rencana Strategis Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City 2020- 2024. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Konsulat_Jenderal_Republik_Indonesia_di_Davao_City
Gabrillin, A. (2017). KJRI Davao Temui WNI Istri Pempimpin Maute Group. https://nasional.kompas.com/read/2017/11/07/10193941/kjri-davao-temui-wni-istri-pempimpin-maute-group
Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tentang Perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri, Permenlu No. 5 Tahun 2018. 1323.
Indonesia, R. (1999). Indonesia Law No.37/1999 about Foreign Affairs. Lembaran Negara RI, 1, 1–11.
Jafar, N. (2023). Iranun Dan Jejak Sejarahnya Di Morotai: Sisi Lain Jaringan Perdagangan Laut Nusantara Abad XVI-XIX. Jurnal Pusaka, 3(2), 12–28. https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pusaka/article/view/7501
Jennifer. (2013). Pemberitahuan Konsuler sebagai Bentuk Pelaksanaan Hak Asasi Manusia Ditinjau dari Kasus Avena. Sumatra Journal of International Law, 1(2), 1–19. https://www.neliti.com/publications/14971/pemberitahuan-konsuler-sebagai-bentuk-pelaksanaan-hak-asasi-manusia-ditinjau-dar
Konsulat Jenderal RI, D. C. (2006). Menyibak Tabir WNI (A. Suharto (ed.).
Mehta, S. (2023). Types of Research Methodology in Research | Eduvoice. https://eduvoice.in/types-research-methodology/
Purba, D. A. M. (2019). Upaya perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Manusia Ditinjau dari UU no. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Universitas Quality
Pustika, A. A. N. (2022). Arti Penting Mandatory Access Consular Notification dalam Hubungan Konsuler. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(1), 17–31. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i1.168
Putri, R. G. (2017). Peran Diaspora Indonesia-Filipina Selatan (Difs) dalam Pemberdayaan Ekonomi Warga Keturunan Indonesia Pemukim (Wkip) di Filipina Selatan. Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik (JISIP), Vol 1, No(April). https://doi.org/https://doi.org/10.22437/jisipunja.v1i2.7162
Rahardjo, S. (2018). Ilmu Hukum. Bentuk-Bentuk, ‘Teori Perlindungan Hukum’, Bentuk-Bentuk Perlindungan Hukum, 2018, 17–51erlindungan Hukum, 17–51.
Rifa’i, Y. (2023). Analisis Metodologi Penelitian Kulitatif dalam Pengumpulan Data di Penelitian Ilmiah pada Penyusunan Mini Riset. Cendekia Inovatif Dan Berbudaya, 1(1), 31–37. https://doi.org/10.59996/cendib.v1i1.155
Rijal, N. K. (2019). Kepentingan Nasional Indonesia dalam Inisiasi ASEAN Maritime Forum (AMF). Indonesian Perspective, 3(2), 159. https://doi.org/10.14710/ip.v3i2.22350
Rizky Mardhatillah Umar, A. (2017). The National Interest in International Relations Theory. Global South Review, 1(2), 185. https://doi.org/10.22146/globalsouth.28841
Saleha, P. A., & Cheng Guan, B. T. (2022). From persons of Indonesian Descent (PIDs) to Registered Indonesian Nationals (RINs): The legalisation process and issues of the RINs in Mindanao, Philippines. Malaysian Journal of Society and Space, 18(4). https://doi.org/10.17576/geo-2022-1804-05
Santosa, I. (2016). “Bisnis” Abu Sayyaf dan Solusi Indonesia. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2016/05/10/05100011/.Bisnis.Abu.Sayyaf.dan.Solusi.Indonesia?page=all
Saragih, H., Hutagalung, E., Hilm, M. Z., Hakim, A., Syukran, Ubaidullah, M. . ., Hariadi, T. M., Wicaksono, H. L., Buku, J., Aswicahyono, H., & Christian, D. (2019). Dampak Kebijakan Pintu Terbuka (Open Door Policy) Turki Bagi Pengungsi Suriah Terhadap Kepentingan Nasional Turki Tahun 2011-2016 (Studi Kasus Pengungsi Suriah Di Turki). JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 4(02), 256–279. http://www.jim.unsyiah.ac.id/FISIP/article/view/12976/5569
Sudarsono, B. P., Mahroza, J., & D.W., S. (2018). Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mencapai Kepentingan Nasional. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 8(3), 83–102. https://doi.org/10.33172/jpbh.v8i3.441
Sudirman, M. I. (2024). Polda Sulut Tangkap DPO Penyelundupan Senpi dari Filipina Usai Buron 2 Tahun. Detik.Com. https://www.detik.com/sulsel/hukum-dan-kriminal/d-7231048/polda-sulut-tangkap-dpo-penyelundupan-senpi-dari-filipina-usai-buron-2-tahun
Talampas, R. (2015). Indonesian Diaspora Identity Construction in a Southern Mindanao Border Crossing. Asian Studies: Journal of Critical Perspectives on Asia, 51(1).
Tan, V. (2014). Stateless in the Philippines: Indonesian descendants feel torn between two lands | UNHCR. https://www.unhcr.org/news/stories/stateless-philippines-indonesian-descendants-feel-torn-between-two-lands
Tanggol, F. (2017). Philippine and Indonesian Governments work together to end statelessness in Mindanao. https://www.unhcr.org/ph/11753-philippine-indonesian-governments-work-together-end-statelessness-mindanao.html
Tarigan, M. I. (2020). Kasus Reynhard Sinaga: analisis terkait bantuan hukum bagi WNI di luar negeri dan upaya jalur diplomasi. https://theconversation.com/kasus-reynhard-sinaga-analisis-terkait-bantuan-hukum-bagi-wni-di-luar-negeri-dan-upaya-jalur-diplomasi-129565
Trisakti, M., & Zahidi, M. S. (2022). Kepentingan Nasional Kiribati Dalam Memutuskan Hubungan Diplomatik Dengan Taiwan dan Beralih Ke China. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(5), 3671–2679. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.6982
UNHCR. (n.d.). » About statelessness. Retrieved October 26, 2023, from https://www.unhcr.org/ibelong/about-statelessness/
UNHCR. (2016). UNHCR Philippines » Hundreds finally out of legal limbo in groundbreaking pilot between Indonesia, the Philippines. https://web.archive.org/web/20160911205841/http://unhcr.ph/news-stories/hundreds-finally-out-of-legal-limbo-in-groundbreaking-pilot-between-indonesia-the-philippines
Villa, A., & Wiratri, A. (2023). Rethinking Local Citizenship and Integration of Persons of Indonesian Descent in the Southern Philippines. In Migration in Southeast Asia: IMISCOE Regional Reader (pp. 95–112). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-25748-3_6
Wuryandari, G., & Raharjo, S. N. I. (2019). The Existence of “Sapi/Pisang” People: Challenges and Opportunities for Indonesia-Philippines Border Area Development. Jurnal Kajian Wilayah/Jurnal Kajian Wilayah, 10 (2), 21–36 https://doi.org/10.14203/jkw.v10i2.822
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



